Teriknya matahari dan ramainya alun-alun kota kecil di Provinsi Jawa Timur, dimana aku tinggal bersama keluarga dan adikku berumur 5 tahun bernama Farhan. Namun suasana seperti itu tidak lagi dirasakan olehku. Karena aku dan keluarga akan pindah ke Jakarta. Sebab ayah dipindahkan tugas disana. Aku merasa sedih akan berpisah dari teman-teman dan suasana kota tersebut, mungkin kelak aku tidak akan kembali ke kota ini.
Malamnya aku mulai merapikan pakaian dan membereskan barang-barang yang akan kubawa. Temanku tidak mengetahui bahwa aku akan segera pindah ke Jakarta, aku hanya berdiam dan menutupi hal ini. Keesokan harinya saat keberangkatanku, tiba-tiba teman-temanku datang ke rumah. Ternyata mereka sudah tahu akan pindahnya kami ke Jakarta. Teman-teman memelukku dan mengucapkan salam perpisahan. Kami pun menangis. Hal ini tidak akan pernah ku lupakan sampai kapan pun. "Fanny, ayo cepat kita harus segera berangkat nak", ucap Ibuku. dan segera ku berpamitan kepada temanku. "Teman-teman selamat tinggal semoga kelak kita berjumpa kembali", ucapku. " Tante berterima kasih kepada kalian semua, karena kalian selalu baik kepada Fanny", kata ibu kepada temanku.
Lamanya perjalanan menuju Jakarta menghabiskan 1 hari perjalan menggunakan mobil. Ditengah-tengah perjalanan kami berhenti untuk makan malam di sebuah restoran. Saat kami sedang menunggu makanan disediakan. Aku pergi ke toilet dan ditemani oleh ibuku. Adik dijaga oleh ayahku. Tanpa sepengetahuan ayahku ternyata Farhan mengikuti kami. Kami tidak tahu jika Farhan mengikuti kami. Tiba-tiba "Aaaaaaa", teriak seorang anak kecil. Dan ternyata suara itu berasal dari adikku. Mata Farhan terkena putung rokok dari seorang lelaki yang tidak sengaja melemparkan ke arah Farhan. Farhan menangis kesakitan. Matanya tidak dapat terbuka. Aku cemas akan hal tersebut, aku tidak tega melihat adikku yang masih kecil harus merintih kesakitan seperti itu. Lalu datang sesosok lelaki tua yang datang memberitahukan kami, supaya Farhan segera diberi minum air kelapa muda dan diusapkan ke matanya. Agar matanya dapat terbuka kembali. Kami pun segera beranjak pergi dari restoran tersebut dan mencari kelapa muda. Akhirnya kami pun menemukan kelapa muda dan airnya sedikit demi sedikit diminum serta di usapkan ke mata adikku. Kami menunggu dengan perasaan cemas. Sekitar 10 menit kemudian akhirnya mata Farhan dapat terbuka kembali. Kami semua mengucap syukur kepada Allah. Kami pun segera melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.
Setelah melalui jalan yang panjang dan masalah-masalah. Akhirnya kami pun tiba di Jakarta. Senang rasanya tinggal di rumah baru, namun hati ini sedih karena kehilangan teman-teman tercinta. Aku segera menurunkan barang-barang dari mobil. Tetapi tiba-tiba "Aaaaaaaa", terdengar teriakan adikku. Farhan terjatuh dan kepalanya terbentur batu. Darah keluar sangat banyak dari kepalanya . Lalu kami segera membawanya ke rumah sakit terdekat. Kepala Farhan dijahit sebanyak 5 jahitan. Aku kembali cemas dan menangis melihat kondisi adikku. Aku pun berdoa kepada Tuhan agar adik yang kucintai diberi keselamatan. Beberapa jam kemudian, dokter keluar dari ruang operasi dan memberitahukan bahwa kondisi Farhan sudah membaik. Perpindahan kami ke Jakarta banyak dihadapi cobaan terutama kepada adikku "Farhan".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar